Emen Suwarman (lahir di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Indonesia, 18 Mei 1939; umur 72 tahun) adalah salah seorang mantan pemain sepak bola yang pernah bermain bersama Persib Bandung. Ia membawa Indonesia berprestasi pada tingkat Asia. Bersama Wowo Sunaryo, ia berhasil membawa Indonesia meraih medali perunggu]] pada Asian Games 1962 dan menjuarai Merdeka Games di Malaysia yang diikuti 18 negara.
Kehidupan keluarga
Emen Lahir dari Keluarga sederhana. Namun, bakat Sepak bolanya sudah tertanam dalam diri Suami dari Sri Wulan ini. Dalam kesehariannya semasa kecil, Emen tidak pernah lepas dari bermain Sepak bola. Apalagi, rumah dia di Cideres dekat lapangan Sepak bola. Karena terus menggeluti Sepak bola, dia menjadi lupa belajar. Akibatnya, dia tidak lulus Sekolah ketika duduk di bangku SMP. Tapi, dia tidak Sakit hati, bahkan terus bermain Sepak bola. Di antara teman seusianya, kemampuan Teknik individunya yang terbaik di daerah Majalengka
Awal Karier
Namanya terkenal setelah ia berhasil membawa Jawa Barat mendapatkan Medali Perak pada PON V/1960 setelah kalah WO dari Jawa tengah. Kasus suap pengaturan skor yang menguncang Sepak bola Indonesia pada 1961, ikut memuluskan karier sepak bola Emen Suwarman. Kasus suap ini muncul saat Indonesia uji coba melawan Yugoslavia di Lapangan Ikada Monas pada 1961. Indonesia kalah 0-1. Padahal, Indonesia sebenarnya bisa melibas Yugoslavia. Pelatih Indonesia, Tony Pogacnic tidak percaya penampilan para pemain bintang Indonesia saat itu.Pemain bintang Indonesia saat itu, sebenarnya dipersiapkan tampil pada Asian Games IV 1962 Jakarta. Akibat kasus itu, sejumlah pemain mendapat sanksi tidak boleh terlibat dalam Sepak bola Nasional.Pogacnic resah dengan kondisi ini karena dia kehilangan beberapa pemain pilar. Untuk mencari pemain pengganti, PSSI menggelar invitasi sepak bola di Senayan, yang diikuti lima klub, yakni Persib, Persija, Persebaya, PSMS, dan PSM. Pada 1961, Emen sudah memperkuat Persib dan beberapa kali melakukan pertandingan uji coba ke daerah lain di luar Pulau Jawa.Persib tampil sebagai juara tanpa terkalahkan. Persib mengalahkan Persija 2-0, Persebaya 2-0, PSMS 3-0, dan PSM 1-0. Penampilan Emen ternyata memikat Pogacnic.Emen dipanggil bersama 11 pemain dari klub lain dipersiapkan untuk memperkuat Indonesia pada Asian Games 1962. Di Asian Games, Indonesia mendapat Medali Perunggu setelah pada Semifinal dikalahkan Malaysia 2-3.Tiga bulan kemudian, Emen memperkuat Indonesia di ajang Merdeka Games Malaysia yang diikuti 18 negara. Indonesia meraih juara dengan mengalahkan Pakistan 2-1 di final, pada 22 Agustus. Sebelumnya, Indonesia melibas Jepang 6-0 dan Korea2-0.“Saat itu saya merasa gembira sekali karena baru kali pertama ke luar negeri, bisa membawa Indonesia meraih juara. Karenanya, saya tidak pernah lupa tanggal dan tempat pelaksanaan penyelenggaraan karena itu merupakan sejarah bagi saya,” ujar Emen.Nama Emen di kejuaraan itu langsung melejit karena dia tampil dengan permainan keras dan didukung dengan kemampuan teknik tinggi. “Saya tidak mencetak gol, tapi proses gol-gol Indonesia sering dari umpan-umpan matang saya,” kata Emen.Setahun kemudian, Emen tampil bersama Wowo Sunaryo, pada ajang multievent internasional Games of The New Emerging Force s(Ganefo) di Senayan Jakarta. Pada event itu, Indonesia mengalahkan Jepang 6-0, Thailand 6-0. Langkah Wowo dkk. terhenti setelah dikalahkan Cile 0-1.
Setelah Pensiun
Emen pernah menjadi Asisten Pelatih Persib Bandung bersama dengan Djadjang Nurjamandan membawa Persib juara liga Indonesia pertama dan membawa Persib ke perempat final liga champion asia. Dan ia pun pernah menjadi masseur Persib bandung.
Klub
- Persima Majalengka
- Pon Jabar
- PSAD
- Persib Bandung
Prestasi
- Mendali Perunggu Asian games 1962
- Juara Merdeka Games
Sumber : Wikipedia
0 komentar:
Posting Komentar